Search This Blog

Friday, July 29, 2011

Ujian yang Esa

Sayup kedengararan rintihan sayu,
anak kecil yang kelaparan,
ditinggalkan bersendirian,
diantara runtuhan rumah tersayang,
ibu dan bapa kini menghilang,
dibawa pergi ombak gergasi,
yang tinggal hanya memori.

Tergerak hatiku, memberitahu,
apakah ini hadiah si Pencipta,
membawa pergi mereka yang tercinta,

tanpa diberi peluang insaf,
tanpa belaian dan lambaian perpisahan,
tanpa mengucup anak tercinta,
tanpa kasihan atau peri kemanusiaan.

Bumi yang dahulu indah dan nyata,
Semuanya kini ilusi maya,
Keriuhan gelak ketawa orang kampung,
digantikan dengan teriakan malang,
untuk setiap manusia tak bernyawa.

Apakah Tuhan semakin geram melihat umat manusia?
atau Bumi semakin meluat kita memijaknya?
hinggakan bukan sahaja nyawa menjadi korban,
tetapi cinta, kasih sayang, dan juga harapan.

Setakat apa dayaku ini,
hanya mampu merintih dan bersedih,
ku pinta hanya satu dari Mu,
Maafkanlah dosa-dosa mereka,
yang kini berada di sisi Mu.


Don
*Someone reminded me of the tragic tsunami that killed hundreds of thousands in Acheh and some thousands India. Written in memory for those who were lost, and survived.

No comments:

Post a Comment